KITA HARUS BERANI..!
oleh Renny Masmada

Patih Gajah Mada, tokoh sejarah yang sangat implikatif terhadap gagasan persatuan dan kesatuan bangsa, memberikan gagasan yang sangat inheren bagi pengembangan wawasan dan potensi bangsa kita.
oleh Renny Masmada

oleh Renny Masmada
Sebagai bangsa (yang pernah) besar, Indonesia tak harus pesimis menjadi bangsa yang mampu keluar dari krisis berkepanjangan ini.
oleh RennyMasmada
Sejak zaman pertengahan sampai akhir abad ke 20, kelemahan perusahaan dan bahkan sebagian besar pemerintahan, merupakan cerminan kefrustasian manajer (baca: pemimpin) terhadap peranan sosial mereka dan ketidakpuasan orang pada kegagalannya dalam memenuhi suatu harapan.
YA TUHAN..,
Ya Tuhan…,
Masih adakah ampunanMu Kau limpahkan pada kami?
Masihkah Kau berikan kecerdasan kepada kami, ketika saat ini kami tak lagi mampu memaknai kasih- sayangMu melalui sejuta kepedihan dan musibah yang terus-menerus kami rasakan?
Book Nagarakretagama is the great literary works written by great writers Empu Prapanca, a Buddhist priest from Majapahit, composing up to the year 1365.
BHAYANGKARA, sebagai Warisan Bangsa
oleh Renny Masmada
Sudah sembilan tahun belakangan ini Polri bekerja optimal membentuk jatidiri, yang semenjak kelahirannya di tahun 1946 hanya sebagai ‘anak bawang’ yang tak mampu menjadi dirinya sendiri.
oleh Renny Masmada
Lima belas sifat Gajah Mada yang tertuang di naskah Nagarakretagama telah memberikan inspirasi positif bagi perkembangan Kesatuan Bhayangkara di kemudian hari.
Sahabat,
Saya pemerhati Gajah Mada, bukan pengkultus Gajah Mada. Sehingga apapun yang tercatat dalam sejarah mengenai tokoh yang saya kagumi ini tentunya harus kita ‘nikmati’.
Pemberontakan Sadeng
oleh Renny Masmada
Dalam Nagarakretagama dikatakan bahwa Gajah Mada mulai ikut serta dalam tanggungjawab pemerintahan pada tahun saka 1253 (=1330/1 Masehi).
According A.L. Kroeber, Anthropology experts, the human race is divided into 4 major racial groups, namely: