01.10
13

BULAN CAITRA, salah satu fungsi legislatif?

by Renny Masmada ·

BULAN CAITRA, salah satu fungsi legislatif?

oleh Renny Masmada

Pertemuan di bulan Caitra, yang diselenggarakan setiap tahun selama satu bulan di alun-alun Majapahit, mengisyaratkan betapa Majapahit saat itu sangat menghargai pendapat rakyat sebagai fungsi kontrol pemerintah secara tidak langsung.

Di Majapahit, setiap tahun  pada bulan Caitra (Maret/April), pimpinan daerah sampai desa terpencil datang ke pusat pemerintahan untuk memeriahkan perayaan agung tahunan Caitra ini, yang antara lain diisi dengan pertemuan besar bagi seluruh pemimpin daerah.

Hubungan dalam negeri yang saat (awal berdiri Majapahit) itu masih terbatas pada Majapahit, Singasari, Daha dan Kahuripan ditata dengan baik. Hubungan tatanegara dibentuk sampai pada daerah-daerah yang jauh dan bahkan desa-desa terpencil. Ini berlangsung terus menjadi penyelenggaraan agung setelah Gajah Mada terbukti mampu mempersatukan seluruh Nusantara di bawah kendali Majapahit. Pada saat itu pemerintah pusat berkesempatan memberikan dan mensosialisasikan kebijakan pemerintah, sehingga tidak ada informasi yang tidak sampai di telinga setiap rakyat Majapahit, Wilwatikta Agung, Nusantara Raya.

Pertemuan bulan Caitra setiap tahunnya bermaksud untuk mengadakan semacam musyawarah antara semua orang yang mempunyai tanggungjawab dalam pemerintahan. Oleh karena itu pertemuan itu dihadiri oleh para menteri, para perwira, pembantu baginda, kepala daerah, kepala desa, pendeta dari tiga aliran agama. Kepala daerah dan kepala desa dari luar daerah juga diundang. Musyawarah membahas jalannya pemerintahan untuk keselamatan Negara. Segala tindak dursila harus disingkirkan; semua orang diwajibkan menganut ajaran yang termuat dalam Rajakapakapa.

Selama satu bulan, segala aspek yang terjadi di seluruh pelosok nusantara diapresiasi, dievaluasi dan dianalisis dan kemudian dibuat konklusi sebagai bahan acuan kinerja pemerintah Majapahit menjembatani keinginan rakyat secara keseluruhan.

Aspek politik, ekonomi, sosial, pertahanan keamananan, budaya dan agama ternyata terus up to date sepanjang tahun yang pada akhirnya memberikan kesejahteraan, kebahagiaan bagi seluruh rakyat yang berkeadilan, damai, dan terjamin haknya sebagai warga negara.

Pertemuan Caitra menjadi begitu penting bagi Majapahit, sebagai holy spirit kedaulatan rakyat secara tidak langsung.

Sebagai salah satu fungsi legislatif, pertemuan Caitra terbukti mampu menyuarakan hati rakyat saat itu, walau komunikasi dan informasi masih sangat terbatas, tapi mampu menjembatani rakyat lapisan terbawah sampai petinggi kerajaan di pusat pemerintahan.

Salam Nusantara..!

Tags: , , , ,

Leave a Reply