04.9
14

Inikah konsepsi kedaulatan rakyat?

by Renny Masmada ·

Pers release

RAKYAT SEBAGAI KEKUATAN BANGSA DAN PERADABAN

Oleh Renny Masmada

Inikah demokrasi? Inikah manifestasi kekuatan rakyat? Inikah konsepsi kedaulatan rakyat?

seknas_2

Renny Masmada dalam orasi politik dan budaya di Gedung Seknas Jokowi, Senin, 7 April 2014

Sejak sistem demokrasi (barat) yang hakekatnya sangat menghargai dan menjadikan rakyat sebagai kekuatan terbesar untuk memimpin negara ini muncul sebagai sistem yang membagi setidaknya tiga fungsi utama demokrasi yang dikenal dengan trias politika yaitu eksekutif, legislatif dan yudikatif, negara ini malah menjadi tak karuan.


Korupsi dan nepotisme malah menjadi target para pemegang kekuasaan.

seknas_1Ormas dan partai politik menjadi tak lagi mampu menciptakan aspirasi rakyat, mereka lari di tempat, tak mampu menjembatani rakyat sebagai pemilik tunggal tanah air tercinta ini..

Demokrasi (barat) yang baru sepemakan sirih lahir di negara ini, tak mampu menginterpretasikan fungsi trias politika. Akhirnya, trias politika menjadi arang-keranjang, carut-marut dengan luka bernanah di sekujur tubuhnya.

seknas_3Demokrasi yang hakekatnya sangat arif pada kebijakan pro rakyat, menjadi barang dagangan, dan rakyat yang bodoh semakin tak memahami target hidup mereka di negara tercinta warisan kakek-nenek mereka.

Demokrasinya yang salah, bangsa kita yang tak mampu memahami demokrasi, atau demokrasi menjadi ladang emas peluang korupsi dan nepotisme yang sangat kental mewarnai sistem pemerintahan ‘monarki’ abad ini?

seknas_4Bung Karno dalam salah satu pidatonya mengatakan, bahwa yang disebut nasionalime adalah internasionalisme dan humanisme. Persetubuhan antara nilai-nilai internasionalisme yang mengandung pluralisasi, heterogenisasi budaya, pemikiran dan produk-produk globalisasi dengan humanisasi yang sangat berorientasi pada penghargaan dan concerning terhadap keagungan dan nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi akan melahirkan hakikat nasionalisme yang sangat produktif, cerdas dan sangat professional.

Setidaknya Bung Karno ingin mengatakan bahwa nasionalisme yang punya tata nilai adalah ketika rakyat memiliki kemampuan mengimplementasikan dan mengapresiasikan kekuatan falsafah internasionalisme dan humanisme di atas.

seknas_5Bangsa dan peradaban yang tak punya tata nilai adalah cermiinan dari ketidak mampuan sebuah Negara memperlakukan rakyat sebagai kekuatan filosofi strategis negerinya.

Akhirnya rakyat adalah bagian yang terpisah dari kinerja para penguasa yang sudah menjadi manusia setengah dewa, yang tak mampu memaknai dan menyuarakan ‘bahasa’ rakyat, bahasa yang sudah kehilangan kamus.

Indonesia hari ini, adalah Indonesia yang kehilangan jati diri. Indonesia yang sudah tak lagi dikuasai oleh rakyat.

seknas_6Para penguasa, bangsawan dan ilmuwan yang seharusnya adalah rakyat, telah merubah dirinya menjadi manusia setengah dewa, bahkan manusia setengah iblis, yang setiap saat siap menerkam rakyat dengan taring dan cakar kerakusan mereka.

Perguruan tinggi hari ini tak lagi mampu mencetak para rakyat intelektual, tapi telah membentuk institusi mereka sebagai peternakan yang melahirkan tikus-tikus dapur, koruptor yang sudah tidak punya rasa malu. Tikus dan srigala berbentuk manusia, srigala yang menakutkan, yang sebentar lagi akan memusnahkan nilai-nilai kearifan dan kesantunan, menggantikannya dengan hukum rimba yang akan merubah Negara yang dulu begitu agung, menjadi Negara zombie yang tak lagi punya darah. Negara Kesatuan Zombie Republik Indonesia.

seknas_7Oleh karena itu, hari ini, kita perlu seorang pemimpin dari ras manusia, ras rakyat seutuhnya, yang tak bertaring dan tak bersenjata. Rakyat yang memang lahir dari rakyat, berperilaku rakyat, dan hidup bersama rakyat, manusia yang memang punya tata nilai kemanusian, manusia yang sesuai dengan petunjuk dan deskripsi Tuhan.

Manusia yang mampu mengembalikan kepercayaan diri bangsa untuk bangkit kembali menguasai Bumi Nusantara ini yang pernah besar dan agung, yang mampu memberikan kepercayaan rakyat untuk menjadi tuan rumah di negaranya sendiri, merdeka, sejahtera, cerdas, disegani dan berkeadilan.

Dan, pemimpin ini, harus mampu menjadikan rakyat sebagai kekuatan bangsa dan peradaban.

Salam Nusantara..!

Jakarta, 7 April 2014

RM_TandaTanganEmail

Twitter: @rennymasmada

www.rennymasmada.com

Tags: ,

Leave a Reply